Kategori

Login with Facebook:
Masuk Log
Powered by Sociable!

Selamat Datang di Puskopdit Flores Mandiri (PFM)


Pusat Koperasi Kredit Bekatigade Ende-Ngada-Nagekeo yang pada tanggal 27 Mei 2011 telah diubah menjadi Pusat Koperasi Kredit (PUSKOPDIT) Flores Mandiri merupakanlembaga sekunder tingkat daerah yang memayungi 48 koperasi kredit di tiga kabupaten yakni kabupaten Ende, Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo.

Puskopdit ini dibentuk pada tanggal 22 Agustus 1998 dan menerima badan hukum Maret 1999 dengan nama Puskopdit Bekatigade Ende-Ngada dan perubahan badan hukum Mei 2011 dengan nama Puskopdit Flores Mandiri.

Puskopdit Flores Mandiri (PFM) sekarang memiliki anggota perorangan 79.438 orang dengan aset  Rp432 miliar lebih per Oktober 2011. Puskopdit Flores Mandiri sebagai lembaga mediasi koperasi kredit yang bergerak di bidang simpan-pinjam untuk memberdayakan masyarakat akar rumput secara sosial, budaya, politik, ekonomi, harkat-martabat berlandaskan swadaya, pendidikan dan solidaritas. Puskopdit mengembangkan dua bidang utama yakni Silang Pinjam Daerah (SPD) termasuk perlindungan (DAPERMA, DANSOS dan SKP) serta pusat pembelajaran (learning center).

Puskopdit Flores Mandiri (PFM) berupaya mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) para fungsionaris koperasi kredit yang nantinya para fungsionaris mengembangkan SDM anggota. Puskopdit memiliki para pelatih yang handal secara teoretis dan praksis (termasuk dibantu tenaga voluntir yang kapabel dari Negara lain) pengembangan koperasi kredit dan kewirausahaan dengan modul-modul dan program yang teratur serta didukung tempat pelatihan (pusdiklat) berlantai dua, nyaman, damai dan berkelas di Jalan Melati No. 1 Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Selama ini, Puskopdit Flores Mandiri menjalin kerjasama saling menguntungkan dengan Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT)-Jakarta, ACCU-Bangkok, VSO-Indonesia, SWISSCONTACT-Ende, MICRA-Jakarta, TRISULA-Jakarta, Pemkab Ende, Ngada dan Nagekeo dan LSM yang senafas dengan pemberdayaan masyarakat akar rumput.

Letaknya yang strategis sering menjadi tempat pendidikan dan pelatihan serta acara-acara publik lainnya yang bisa memuat lebih dari 500 orang untuk aula utama dan aula mini yang berkapasitas 25-30 orang baik dari pemerintah, perorangan maupun swasta. Ruang aula, penginapan dilengkapi dengan restoran mini. Kami bisa dikontak melalui telp/fax: (0381) 21525 atau email: puskopditbenn@hotmail.com.

VISI

LEMBAGA PELAYANAN USAHA KEUANGAN

BERBASIS ANGGOTA YANG BERKUALITAS

MISI

  1. Memperkuat Koperasi Kredit kea rah pengembangan yang berkelanjutan dituntun oleh Nilai-Nilai dan Prinsip-Prinsip koperasi dengan menerapkan asas swadaya, setiakawan dan pendidikan.
  2. Mengembangkan pelayanan usaha keuangan yang kokoh, sehat, aman dan professional.

NILAI-NILAI

Pendidikan, Keswadayaan, Solidaritas

Kesetaraan, Keadilan, Demokrasi, Kejujuran

Tanggungjawab Sosial, Tanggungjawab Pribadi, Keterbukaan

 

Tips Cerdas Keuangan (Financial Literacy)

Ditulis ulang oleh Kosmas Lawa Bagho

dari bahan financial literacy Bapak Drs. Munaldus, M.A.

waktu Pelatihan Financial Literacy, Ende, 20-21 Oktober 2011

 

Modul 1 : Misi Koperasi Kredit/CU: Membantu anggota menolong dirinya sendiri untuk mencapai kemandirian keuangan.

 

Tujuan      :

  1. Memperoleh kejelasan tentang misi asli koperasi kredit/cu “membantu anggota mencapai kemandirian keuangan dan kemauan anggota menolong dirinya sendiri”.
  2. Menemukan tindakan yang perlu diambil dalam menerapkan prinsip-prinsip koperasi kredit kedalam pelayanan koperasi kredit.

 

Modul 2   : Produk dan Pelayanan Koperasi Kredit/CU: Menawarkan solusi keuangan untuk memecahkan berbagai masalah/kebutuhan anggota pada setiap tahap kehidupan.

 

Tujuan        :

  1. Mengelompokkan kebutuhan dan sasaran keuangan para anggota pada setiap “stages of life” (tahap-tahap kehidupan).
  2. Menjelaskan life stages para anggota dan calon anggota koperasi kredit/cu.
  3. Mengidentifikasi produk-produk koperasi kredit/cu yang membangun kekayaan dan memenuhi kebutuhan keuangan para anggota.
  4. Mengenal berbagai masalah dan kebutuhan keuangan para anggota pada life stages yang berbeda.

 

Modul 3  : Mempelajari Bahasa Penciptaan Kekayaan:

berapa banyak kekayaan bersih saya miliki saat ini?

 

Tujuan       :

  1. Mengelompokan asset-aset, hutang dan kekayaan bersih pribadi.
  2. Mendefenisikan makna asset, hutang dan kekayaan bersih.
  3. Mengidentifikasi strategi membangun kekayaan pribadi/keluarga.

 

Modul 4    : Aturan Manajemen Keuangan Pribadi

 

Tujuan      :

  1. Mengetahui 12 aturan manajemen keuangan dan penerapannya sehari-hari.
  2. Memahami alasan mengapa para anggota banyak yang gagal memenuhi kebutuhan keuangan sehingga selalu menghadapi berbagai masalah keuangan.

 

 

 

Modul 5 : Cara-Cara Menabung Uang.

 

Tujuan   : Mendapatkan tips-tips dan cara-cara menabung uang secara praktis.

 

Modul 6: Mengapa Kita Perlu Memiliki Dana Darurat?

 

Tujuan  :

  1. Mampu memperkirakan hal-hal tak terduga yang dapat terjadi di masa depan.
  2. Menentukan jenis-jenis hal-hal tak terduga dalam kehidupan yang dapat mempengaruhi rencana keuangan setiap orang.
  3. Sadar bahwa setiap orang harus siap uang tunai apabila terjadi keadaan tak terduga.

 

Modul 7 :  Perencanaan Keuangan Keluarga

 

Tujuan   : Mendapatkan pemahaman bahwa return on life (RoL) adalah proporsi nilai dari koperasi kredit/CU tidak semuanya tentang uang.

 

Modul 8 : Anggaran Belanja Keluarga: Membuat peta jalan keuangan

 

Tujuan   :

  1. Dapat membuat tujuan hidup yang ingin dicapai dan bagimana mencapainya.
  2. Memiliki visi yang jelas tentang sasaran keuangan dan bagaimana mencapainya.
  3. Menghindari sesat di jalan yang akan memperlambat pencapaian tujuan “mandiri dalam bidang keuangan”.

Informasi Hasil Rapat Kerja Tahunan

Keputusan dan Rekomendasi

Rapat kerja tahunan Puskopdit Flores Mandiri

Dengan Tema Sentral “Membangun Komitmen Perubahan Menuju Kemandirian Pengelolaan Koperasi Kredit”

Ende, 17 – 18 Desember 2011

 

Menerima laporan sementara TB 2011 dari pengurus dengan catatan-catatan.

 

Adapun keputusan yang menjadi komitmen bersama sebagai berikut :

 

  1. Program tahun 2012,  Puskopdit dan Gerakan  berfokus pada pendidikan, audit, pendampingan  yang berbasis pada komitmen perubahan
  2. Untuk menurunkan tingkat kredit macet/lalai sampai dengan tanggal 31 Desember 2013 seminimal mungkin, maka perlu dilakukan strategi-strategi yang bersifat kuratif dan prefentif termasuk pendampingan terhadap kopdit dengan tingkat kelalaian tertentu.
  3. Meningkatkan model pemasaran keuangan SPD puskopdit untuk memperkecil idle cash.
  4. Meningkatkan dan memantapkan modal lembaga puskopdit FM bersumber dari jaspel, deviden SPN, dan peningkatan alokasi pendapatan, serta sumber-sumber lain.
  5. Anak-anak wajib menjadi anggota kopdit primer dan bukan hanya sebagai pengguna jasa kopdit.
  6. Menyelenggarakan mubes bagi kelompok anak-anak SD, SMP, SMA yang dimulai dari anak-anak fungsionaris (pengurus, pengawas, penasihat, manajemen)
  7. Mulai membudayakan pelaksanaan RAT secara efektif
  8. Melestarikan enam nilai yakni kejujuran, solider, kerjasama, mandiri dan kepercayaan, serta disiplin sebagai nilai-nilai yang unggul dalam gerakan kopdit.

 


Puskopdit Flores Mandiri: Perubahan di Atas Kemandirian yang Kokoh

Oleh

Drs. Theofilus Woghe, Penasihat

Tulisan ini untuk merespons tema yang diusung dalam Rapat Kerja Tahunan para Pimpinan yang bergabung dalam Puskopdit Flores Mandiri kali ini dengan judul Membangun Komitmen Perubahan Menuju Kemandirian Pengelolaan Koperasi Kredit. Kiranya   Rapat Kerja Puskopdit Flores Mandiri dijadikan momentum strategis untuk melakukan refleksi bersama dalam memaknai perkembangan Gerakan Kopersi Kredit di Wilayah Puskopdit Flores Mandiri.  Rapat pimpinan taat pada hukum navigasi. Siapa pun dapat mengemudikan kapal, tetapi hanya seorang pemimpinlah yang dapat menentukan arah”.  Sebagai pemimpin taat pada empat elemen yakni penentu arah, antisipasi, kontrol (menguji keamanan) dan apa kata orang lain. Melanjutkan membaca »

Koperasi Studi Banding (Bentara HU Flores Pos, 12 Desember 2011)

Oleh Frans Obon, Redaktur Pelaksana

 

Gerakan koperasi kredit di Nusa Tenggara Timur sudah berusia 40 tahun. Pada awalnya sebuah Biro Konsultasi Koperasi Kredit dibentuk di Jakarta 1970 dan virus gerakan koperasi kredit itu ditularkan ke daerah-daerah. Gerakan koperasi kredit di Nusa Tenggara Timur bertumbuh melalui Komisi Pengembangan Sosial dan Ekonomi (PSE) Gereja Katolik. Sejarahnya adalah bagian dan komitmen keagamaan untuk mensejahterakan masyarakat. Melanjutkan membaca »

Pengantar Buku, “Koperasi Kredit, Membangun Peradaban Bermartabat”

Oleh Mikhael Hongkoda Jawa, Manajer Puskopdit Flores Mandiri

Tempora mutantur et nos mutamur in illio, waktu berubah dan kita berubah bersama waktu. Gerakan koperasi kredit Indonesia telah berusia 40 tahun dengan berbagai dinamika perubahan yang terjadi. Koperasi kredit dalam  sejarah panjang perjalanannya terbingkai  berbagai bentuk sepak  terjang perjuangan dan pergulatan untuk tetap mempertahankan eksistensinya sebagai koperasi sejati berbasiskan kesadaran akan potensi  yang dimiliki masyarakat  untuk  mengaktualisasikan  diri sebagai person yang bermartabat. Melanjutkan membaca »

MENJADI ORANG SUKSES MELALUI KOPERASI KREDIT

Tim Audit Puskopdit Flores Mandiri melakukan audit di Tempat Pelayanan Kopdit Sangosay di Kota Ruteng tepatnya di Jl. Slamet Ryadi atau orang Ruteng sering menyebutnya kampong Watu. Siang itu Jumd,9 September 2011, hujan mengguyur kita Ruteng-hingga sore hari, para anggota Kopdit Sangosay datang untuk melakukan transaksi silih berganti. Tim audit pun tekun melaksanakan kegiatan pemeriksaan. Komunikasi hasil pemeriksaan bersama Kepala dan staf TP terus kami lakukan jika mengalami kesulitan.

Kala itu saya coba melakukan klarifikasi hasil pemeriksaan pada Kepala TP-
belum sempat melakukan klarifikasi, terlintas pandangan saya tertuju pada salah sorang yang berada di atas kursi roda. Kedua tanganya tidak lengkap-tanpa jari-jemari sebagai mana layaknya-namun ia mampu melakukan aktivitas mengisi waktu kosong sambil menanti hujan redah untuk bisa menggulingkang kursi rodahnya dengan kedua lenganya. Di dalamsaku tas kursi rodanya terdapat sebuah buku folio bergaris. Terlintas saya bertanya dalam hati mengapa seorang cacat seperti orang ini bisa dating ke kopdit dengan bantuan kursi rodanya sementara kebanyakan orang yang sehat secara fisik tidak.

lalu mengambil kamera mendekati beliau sambil memohon ijin untuk mengambil gambar. Raut wajahnya begitu gembira ketika saya melakukan tawaran tersebut.- berikut petikan dialoh, K: Kristo, W: Widodo

K: Siapa

Koperasi Kredit, Pemberdayaan yang Memandirikan

Oleh Kosmas Lawa Bagho

Kepala SDM Puskopdit Flores Mandiri

Menurut catatan sejarah, Koperasi Kredit atau Credit Union masuk ke Indonesia paroh waktu 1970-an dan masuk ke Flores 1971. Oleh karena itu, merujuk pada pembenihan pertama maka Puskopdit Bekatigade Ende-Ngada-Nagekeo dan sejak Rapat Anggota Khusus (RAK) tanggal 5-6 Februari 2011 berubah nama menjadi Puskopdit Flores Mandiri pada tahun 2011 merayakan Panca Windu (40 Tahun) berkarya memberdayakan Masyarakat Flores khusus Masyarakat Kabupaten Ende, Ngada, Nagekeo dari berbagai keterbelengguan secara ekonomis, politik, sosial-budaya dan sumber daya manusia.

 

Rentang waktu 40 tahun bukanlah aliran waktu yang pendek dan tanpa makna bagi seluruh masyarakat yang pernah mengalami madu dan butir-butir emas pemberdayaan Koperasi Kredit/Credit Union. Untuk itu, tidaklah berlebihan bahwa dalam perayaan 40 tahun (Panca Windu) Puskopdit Bekatigade Ende-Ngada-Nagekeo (Flores Mandiri) memberikan makna tersendiri dengan menerbitkan Buku Kenangan Pancawindu yang berjudul “Koperasi Kredit, Membangun Peradaban Bermartabat” yang telah dilaunching oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Vincent Sensi Potokota, tanggal 27 Mei 2011 dengan tim editor, Drs. Mikhael H. Jawa, Drs. Frans Obon, Kosmas Lawa Bagho, S.Fil dan Paskalis X. Hurint, S.Fil. Msi. Melanjutkan membaca »