Kategori

Login with Facebook:
Masuk Log
Powered by Sociable!

Sambutan Induk Koperasi Kredit (Inkopdit)-Jakarta

Oleh Peter Lawadiharja

CU yang pertama di Indonesia lahir di NTT di Watublapi namanya Woga Lepo, lebih dulu 1 dari dengan yang ada di Jawa barat Kamuning, CU Swapada di Jakarta, CU CInta Mulia di Sumut.

Keberhasilan CU itu karena keberhasilan kita menerapkan manajemen keuangan, jadi keberhasilan Manajemen keuangan berdampak pada tantangan baru uyang muncul karena keberhasilan tersebut.

Tuntutan untuk meningkatkan kemampuan manajemen aktiva tidak dapat ditunda lagi. Keberhasilan dalam mengelola manajemen aktiva member jaminan bahwa koperasi mampu memenuhi kewajibannya.

Beberapa koperasi gagal dalam mengelola menajemen aktiva karena satu dan lain hal antara lain: likuiditas yang sangat tinggi, yang mendorong naiknya idel many kemudiangodaan dari dunia luar( eksternal) yang menawarkan infestasi dengan hasil yang menggiurkan. Jadi investasi yang dilakukan secara tergesa-gesa dan tidak berdasarkan pada pemahaman yang cukup, mengakibatkan banyak koperasi menaggung kerugian.

Jadi tata kelola yang baik menjadi syarat keberhasilan manajemen aktiva. Diantaranya penerapan manajemen resiko menjadi sangat menentukan keberhasilan dalam mengelola manajemen aktiva. Aturan seperti SOP, SOM dan segala yang berhubungan dengan operasional menjadi syarat mutlak bagi sebuah koperasi. Sebenarnya lebih jauh lagi sebungan dengan ART, kita selalu meninjau AD-ART untuk mengikuti trend terkini terutama dibidang invesatsi.

Beberapa tindakan dalam menajemen resiko:

  • Resiko dapat diterima: dalam menyusun rencana kerja kita dapat mengetahu resiko-resiko, misalnya ada resiko di terima sehubungan dengan anggota
  • Resiko diturunkan,
  • Resiko dialihkan, misalnya dengan daperma, asuransi, didunia perbankan kasir juga di bonding artinya jika kasir penya ketentuan memegang uang Rp 10 juta, maka kasir dibonding.
  • Resiko dihindari: apabila kita merasa resiko terlalu berat tidak usah dilakukan.

Leave a Reply